Lajumu kota
ringkih pedati di jalan aspal
mengusung slogan
yang bakal kau tanak
menjadi comberan..
Hutan bata wajahmu
jauh laut kau tinggalkan
amboy…nyata lupamu pada tanah ini
tanah pesisir…tanah hilir
muara segala mula…
Bersolek gagu kau kini
dgn generasi gagap
yang kau lahirkan…
menjajakan topeng
di segala sudut ruang
lalu merayakan hidup
sebagai badut..
Tanah hilir..tanah lahirku
kau terka alamat angin
ketika layar tak lagi tahu
kemana mesti membuang sauh
Lajumu kota
laju sampan tanpa lentera
meniti buih mencari alamat diri
lewat ratusan unggas yang kau terbangkan..
namun laut..tlah lama kau tinggalkan
dan kau melaju…
diriak gelombang yang asing..
Purna sudah gagumu…berharap samudera mengenalimu lagi..
ntuk mempertemukan kau pada tanah hilir
….tanah pesisir
Selengkapnya...
Tanah Hilir Tanah Pesisir
Metamorph
pada kepak sayap kupu kupu
kuingin belajar mengeja indahMu...
Kaukah itu... bulan mata coklat..
yang datang dipintuku...
mengajariku menulisi bebatuan...
.....menelisik lagi perjalanan usia
......agar tak menjadi karikatur jaman
selayak girangku berebut avatar
dibelantara tanda yang sengkarut ini
Kaukah itu bulan mata coklat...
yang mengajariku menyimak sepi...
Selengkapnya...
Dupa Rupa atawa Pada Tejo
ditingkap gerimis.. malam yang pulang
janji purba datang menjemput kau
tlah tiba rupanya waktu..
wangi dupa sampai disunyiku
sesunyat kaku .. tubuh rapuhmu
dupa rupa kilas kenangan
datang dan pulang dingatan
Selamat Jalan
Januari | 2008
Selengkapnya...
Swara Tirta
kala kemarau kau dirindu
saat hujan jadi seteru
dan beratus pasang lensa
menyekap imaji luka
tanah ini...
statistika pun digelar
kucium busuk siasat musang
menakar laba agar buncit
perut sendiri...
Akh..ternyata aku lupa
kulahir ditanah maling
imaji luka tanah ini
pada layar sepucat kafan
rudapaksa fakta
otak atik logika
diatas tanah puing
bernyanyi aku menghibur diri
wajah wajah lelah
resah menuding langit
kemana pergi matahari ?
Selengkapnya...

